vaksin covid

Kamu Dapat BLT BBM Atau Tidak? Login cekbansos.kemensos.go.id

Kamu Dapat BLT BBM Atau Tidak? Login cekbansos.kemensos.go.id

Pemerintah telah mencairkan bantuan sosial (bansos) berupa bantuan langsung tunai bahan bakar minyak (BBM). BLT tambahan bansos ini diberikan sebagai kompensasi atas keputusan pemerintah mengerek harga bensin subsidi.

Berdasarkan data terakhir Kementerian Sosial pada akhir pekan lalu, BLT BBM telah disalurkan kepada 12.701.985 Keluarga Penerima Manfaaat (KPM) yang tersebar di 482 kabupaten/kota di Indonesia. BLT BBM diharapkan dapat tersalurkan seluruhnya pada bulan ini.

Secara total, besaran BLT BBM sebesar Rp 600 ribu dibagikan kepada 20,65 juta masyarakat. Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 12,4 triliun untuk penyaluran BLT BBM hingga beberapa minggu ke depan.

Lantas, apakah Anda sudah mendapatkan BLT BBM? Bagaimana cara Anda mengecek apakah mendapatkan BLT BBM atau tidak?

Untuk mengecek apakah Anda terdaftar sebagai penerima bansos atau tidak, bisa langsung mengecek situs cekbansos.kemensos.go.id. Jika tidak terdaftar, maka Anda bisa melakukan pendaftaran untuk mendapatkan bansos BLT BBM.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan BLT BBM dapat mengajukan diri sebagai penerima bantuan melalui Program Usul Sanggah. Program ini adalah fitur di dalam aplikasi cek Bansos yang ditujukan apabila ada orang yang berhak mendapatkan bantuan namun tidak mendapatkannya.

Kamu Dapat BLT BBM Atau Tidak? Login cekbansos.kemensos.go.id

Fitur ini baru dapat diakses melalui aplikasi Cek Bansos bagi masyarakat yang telah mengunduh, mendaftar, dan datanya diverifikasi. Selain fitur tersebut, masyarakat juga dapat menghubungi command center Kementerian Sosial di nomor telepon 021-171.

Sementara itu, bagi Anda yang sudah terdaftar sebagai penerima BLT BBM, dapat mengajukan dan mengecek dengan cara sebagai berikut

Cara Cek Bansos BLT BBM

  • Buka browser dan masuk ke laman https://cekbansos.kemensos.go.id/
  • Masukkan data wilayah penerima yang terdiri dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa
  • Setelah itu, masukkan nama penerima manfaat sesuai KTP
  • Masukkan kode Captcha yang terdiri dari 8 digit huruf
  • Setelah data yang dimasukkan benar, klik tombol Cari Data dan klik
  • Jika nama Anda muncul, maka Anda sudah terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat dalam DTKS dan berhak mendapatkan BLT BBM Rp 600 ribu

Syarat Penerima BLT BBM Rp 600 ribu

  • Warga miskin atau rentan miskin
  • Bukan aparatur sipil negara (ASN), TNI atau Polri
  • Terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam DTKS Kemensos
  • Warga atau pekerja berpenghasilan di bawah Rp 3,5 juta.

Jika nama Anda telah memenuhi syarat namun nama Anda tidak muncul, maka dapat mengajukan sendiri untuk menerima BLT BBM melalui fitur dalam aplikasi Cek Bansos. Selain dapat mengajukan diri, Anda juga bisa mendaftarkan orang lain untuk menerima bansos, atau bahkan melaporkan orang lain yang tidak berhak menerima bansos.

Cara Ajukan Diri Sebagai Penerima BLT BBM

Dalam aplikasi Cek Bansos, Anda dapat mendaftarkan diri, keluarga, warga atau fakir miskin lain secara langsung pada tombol tambah usulan. Berikut cara lengkapnya:

1. Fitur Usul

  • Unduh aplikasi Cek Bansos
  • Klik tombol menu Daftar Usulan dan klik tombol Tambah Usulan
  • Anda wajib mengisi formulir sesuai dengan data kependudukan calon penerima manfaat
  • Pilih jenis bantuan sosial apakah itu BPNT atau PKH
  • Unggah 2 foto yakni KTP dan rumah tampak depan

2. Fitur Sanggah

Ini merupakan kebalikan dari fitur usul yang memungkinkan masyarakat mendaftarkan diri atau orang lain sebagai penerima BLT BBM. Fitur ini akan menilai apakah seseorang di sekitar daerah Anda apakah layak mendapatkan bantuan atau tidak. Berikut cara selengkapnya:

  • Buka aplikasi Cek Bansos
  • Klik menu Tanggapan Kelayakan
  • Halaman depan akan menampilkan data penerima BLT di sekitar tempat tinggal Anda
  • Anda bisa memberikan tanggapan dengan memilih ikon jempol yang menghadap ke bawah. Ikon tersebut untuk menilai penerim manfaat apakah layak mendapatkan bantuan.
  • Anda juga bisa memberikan tanggapan dengan memilih ikon jempol menghadap ke atas. Ikon ini akan menilai seseorang sudah layak mendapatkan bantuan.
  • Kemudian isi alasan kenapa orang yang Anda maksud tidak layak menerima BLT
  • Terakhir, klik Kirimkan Tanggapan
  • Setelah mengajukan diri, pemerintah akan memverifikasi data tersebut. Jika sudah terverifikasi, maka pendaftar berhak mendapatkan BLT BBM Rp 600 ribu.
  • Setelah Anda terverifikasi, Anda bisa langsung mengecek status bantuan.

Apabila Anda menemukan atau mencurigai bantuan yang salah sasaran, dianjurkan untuk menghubungi hotline bantuan Kementerian Sosial di nomor 08111022210. Masyarakat juga bisa mengadu melalui e-mail bansoscovid-19@kemensos.go.id.

Nomor tersebut bukanlah nomor untuk pendaftaran bansos dan hanya ditujukkan untuk pengaduan. Adapun pengaduan yang dimaksud bisa berupa BLT salah sasaran, atau juga bisa terkait dengan penyelewengan dana atau adanya pungutan liar.

Merasa Beruntung Belum Kena Covid? Bisa Jadi Ini Dia Sebabnya

Merasa Beruntung Belum Kena Covid? Bisa Jadi Ini Dia Sebabnya

Masih ada orang yang belum pernah terinfeksi Covid-19, di tengah jutaan orang lainnya yang pernah terkena virus tersebut. Terdapat beberapa alasan adanya kelompok tersebut.

Dokter spesialis penyakit menular Paul Griffin mengatakan itu semua adalah faktor keberuntungan. Dia menambahkan faktanya ada sejumlah orang yang memiliki sel-T lebih tinggi.

Sebagai informasi, sel-T lebih tinggi menunjukkan tubuh yang kebal atas virus Corona. Griffin mengatakan ada orang yang telah terinfeksi namun ternyata tak menyadarinya.

“Sekitar setengah dari orang-orang dalam penelitian telah terpapar atau mungkin terinfeksi namun mereka tidak sadar,” kata dia.

Merasa Beruntung Belum Kena Covid? Bisa Jadi Ini Dia Sebabnya

Dalam sebuah statistik menunjukkan kelompok usia 70-79 tahun jadi paling rendah terkena Covid-19. Berikutnya adalah kelompok usia di atas 80 tahun dan 60-69 tahun.

Jumlah kasus terendah keempat pada per 100 ribu penduduk adalah mereka yang berusia di bawah 10 tahun. Orang berusia 20 tahun menjadi yang paling banyak terinfeksi, dan perempuan lebih banyak terkena Covid-19 dibandingkan laki-laki.

Orang berusia muda terkena Covid-19 karena di awal pandemi kelompok ini harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan vaksin. Setiap negara saat itu memprioritaskan lansia untuk bisa mendapatkan vaksin Covid-19 lebih dulu.

Sementara itu generasi muda juga rentan terkena Covid-19 akibat ada di lingkungan dengan risiko tinggi. Misalnya rumah sakit, bar, dan kafe.

40,2 Juta Vaksin Covid RI Kadaluarsa, Bakal Dimusnahkan?

40,2 Juta Vaksin Covid RI Kadaluarsa, Bakal Dimusnahkan?

Setidaknya terdapat 40,2 juta dosis vaksin Covid-19 yang teridentifikasi kadaluarsa. Vaksin ini akan dipisahkan dengan vaksin lainnya dan akan dimusnahkan.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono menjelaskan vaksin kadaluarsa itu sebagian besar berasal dari hibah. Vaksin-vaksin itu memiliki waktu penggunaan yang sempit.

Dari 40,2 juta dosis, Dante menjelaskan vaksin kadaluarsa tidak lagi berada di tempat penyimpanannya. Namun telah dipisahkan dengan vaksin-vaksin yang masih bisa digunakan.

“Vaksin yang expired tidak lagi dicampur dengan vaksin yang masih tidak expired, artinya sudah dikeluarkan dari coolbox-nya, dari tempat penyimpanannya,” kata Dante, dalam rapat dengan Komisi IX DPR beberapa waktu lalu.

40,2 Juta Vaksin Covid RI Kadaluarsa, Bakal Dimusnahkan?

Pemisahan itu dilakukan agar tidak tercampur dengan vaksin yang masih bisa digunakan. Setelah dipisahkan, vaksin tersebut akan diverifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Setelah itu baru vaksin dimusnahkan. Dante juga memastikan vaksin kadaluarsa tidak akan diberikan kepada masyarakat.

“Sehingga tidak tercampur. Nanti itu akan dimusnahkan di daerah masing setelah dilakukan verifikasi BPKP. Setelah melakukan verifikasi vaksin akan dimusnahkan dan tidak diberikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BioFarma Honesti Basyir juga mengatakan vaksin tanpa data stabilitas dan masuk ke tanggal kadaluarsa tidak akan digunakan lagi. Cara penyimpanan vaksin kadaluarsa sudah dipisahkan.

Dari vaksin yang expired dan disimpan oleh pihaknya, beberapa bisa diperpanjang selama data stabilitasnya bisa disajikan. Namun memang ada beberapa vaksin yang tidak dapat diperpanjang karena banyak pabrik tidak memproduksi vaksin dan tidak melakukan pengujian lagi.

“Cara penyimpanan sudah kita pisah, ada tempat tersendiri. (Belum kadaluarsa) kita simpan di gudang,” ungkap Honesti.

Bolehkah Disuntik Vaksin Covid-19 Saat Menjalankan Ibadah Puasa? Ini Fatwa MUI

Bolehkah Disuntik Vaksin Covid-19 Saat Menjalankan Ibadah Puasa? Ini Fatwa MUI

Muncul banyak pertanyaan di tengah masyarakat bolehkah disuntik vaksin Covid-19 saat sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan ini?

Seperti diketahui, warga terutama umat Islam yang hendak mudik Lebaran tahun ini harus mendapatkan vaksin lengkap dan booster jika ingin melakukan mudik Lebaran.

Hanya saja di bulan puasa ini kembali muncul pertanyaan apakah vaksinasi Covid-19 bisa membatalkan puasa?

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebenarnya sudah menjawab hal ini lewat Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa.

Fatwa tersebut dikeluarkan dalam sidang pleno komisi fatwa MUI pada 16 Maret 2021 lalu.

Dari laman resmi MUI, mereka mengatakan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa.

“Melakukan vaksinasi Covid-19 bagi umat Islam yang berpuasa dengan injeksi intramuscular hukumnya boleh sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dlarar),” demikian MUI.

Berikut adalah rekomendasi MUI terkait vaksinasi Covid-19 saat berpuasa:

1. Pemerintah dapat melakukan vaksinasi Covid-19 pada saat bulan Ramadhan untuk mencegah penularan wabah Covid-19 dengan memperhatikan kondisi umat Islam yang berpuasa.

2. Pemerintah dapat melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap Umat Islam pada malam hari bulan Ramadhan jika proses vaksinasi pada siang hari saat berpuasa dikhawatirkan menyebabkan bahaya akibat lemahnya kondisi fisik.

3. Umat Islam wajib berpartisipasi dalam program vaksin Covid-19 yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah Covid-19.

Penjelasan MUI Banten

Ketua Umum MUI Banten, KH Tb Hamdi Ma’ani menjelaskan bahwa bagi umat muslim yang sedang berpuasa di bulan Ramadan diperbolehkan untuk melakukan vaksinasi.

Ketua Umum MUI Banten, KH Tb Hamdi Ma’ani menjelaskan bahwa bagi umat muslim yang sedang berpuasa di bulan Ramadan diperbolehkan untuk melakukan vaksinasi.

“Dalam hal vaksin, melakukan vaksinasi di bulan Ramadhan itu diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa,” ujarnya saat di Mapolda Banten.

Dikatakan bahwa anjuran tersebut berdasarkan Fatma MUI nomor 13 tahun 2021. Dalam fatwa tersebut, pelaksanaan vaksinasi diperbolehkan di hari-hari puasa.

“Karena yang membatalkan puasa itu adalah masuknya sesuatu ke 9 lubang. Sementara vaksin bukan masuk ke 9 lubang, maka boleh-boleh saja,” ungkapnya.

Stok Vaksin Aman

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan stok vaksin booster aman selama bulan Ramadhan. Hal ini merespons kewajiban booster sebagai syarat mudik lebaran 2022.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid mengakui ada peningkatan penyuntikan booster pasca pemerintah mengizinkan mudik.

“Untuk stok vaksinasi booster kini aman,” kata dia saat dikonfirmasi kemarin, Sabtu (2/4/2022).

Dalam mengantisipasi lonjakan permintaan vaksinasi booster, pihaknya masih memiliki buffer stok vaksin sebagai 50 juta yang disimpan di Bio Farma.

“Kita punya buffer stok vaksin sebanyak 50 juta yang saat ini masih di Biofarma,” kata dia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dari total sasaran booster sebanyak 181.560.230 juta orang, diperlukan sekitar 75.574.446 juta vaksin. Booster vaksin Covid-19 diberikan sebanyak 0,5 dosis.