ppkm diperpanjanh

PPKM Seluruh Indonesia Diperpanjang Hingga 3 Oktober 2022

Pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) seluruh Indonesia, terhitung mulai hari ini hingga 3 Oktober 2022 mendatang.

Keputusan tersebut ditetapkan pemerintah sejalan dengan terbitnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 42/2022 dan 43/2022 yang diteken Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kemarin, seperti dikutip Selasa (6/9/2022).

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA mengemukakan bahwa pemberlakuan aturan tersebut secara substansi tidak jauh berbeda dengan pemberlakuan aturan sebelumnya. Seluruh wilayah Indonesia masih berstatus PPKM level 1.

“Hasil assessment PPKM kali ini dan berdasarkan pertimbangan para ahli masih ditetapkan seluruh daerah di Indonesia berada di Level 1,” kata Safrizal dalam keterangan resmi.

Safrizal mengakui bahwa keputusan ini juga telah mempertimbangkan sejumlah faktor, salah satunya adalah positivity rate di Indonesia yang saat ini masih berada di atas standar yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni di atas 5%.

“Namun kita tetap harus terus waspada karena hingga saat positivity rate kita selama 30 hari ke belakang masih di atas standar normal yang ditetapkan WHO yaitu 5%.” katanya.

PPKM Seluruh Indonesia Diperpanjang Hingga 3 Oktober 2022

Adapun penyesuaian dalam regulasi PPKM khususnya untuk Luar Jawa Bali terlihat pada penyesuaian pintu masuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang disesuaikan dengan Addendum SE Satgas Covid-19 25/2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19.

Safrizal menegaskan dengan adanya regulasi terbaru bahwa pelaku perjalanan dengan transportasi umum baik itu kereta atau pesawat dengan syarat vaksin booster, pemerintah daerah diminta berkolaborasi untuk meningkatkan tingkat vaksinasi dosis lanjutan.

“Setiap kesempatan tak henti-hentinya kami memberikan penekanan pentingnya percepatan vaksin dosis lanjutan yang capaian secara nasional masih di bawah angka 30%,” katanya.

DKI Tetap Level 1! PPKM Jawa-Bali Lanjut Hingga 15 Agustus

DKI Tetap Level 1! PPKM Jawa-Bali Lanjut Hingga 15 Agustus

Pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) seluruh wilayah Indonesia, baik Jawa-Bali maupun luar Jawa-Bali dengan jangka waktu yang bervariasi.

Perpanjangan PPKM Jawa-Bali berlaku mulai hari ini, Selasa 2 hingga 15 Agustus 2022 mendatang. Sementara itu, PPKM luar Jawa-Bali diperpanjang hingga 5 September 2022, sejalan dengan terbitnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 38/2022 dan Inmendagri 39/2022.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA mengemukakan pelaksanaan PPKM kembali diperpanjang sejalan dengan peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir.

“Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa PPKM kembali diperpanjang,” kata Safrizal dalam keterangan resmi.

Dalam perpanjangan kali ini, pemerintah memutuskan tidak mengubah level PPKM. Artinya, seluruh kabupaten/kota di Indonesia, baik di wilayah Jawa-Bali maupun luar Jawa-Bali masih tetap menerapkan PPKM level 1 selama satu bulan ke depan.

Safrizal mengemukakan kasus aktif dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan peningkatan yang disebabkan oleh subvarian baru dari Omicron BA.4 dan BA.5. Namun, pelaksanaan PPKM di seluruh daerah disebut masih terkendali.

Pemerintah mengimbau agar program vaksinasi terus digalakkan khususnya dalam upaya meningkatkan capaian suntikan dosis ketiga yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya agar pandemi Covid-19 terus terkendali.

DKI Tetap Level 1! PPKM Jawa-Bali Lanjut Hingga 15 Agustus

“Diminta kepada para Kepala Daerah untuk terus melakukan dukungan percepatan pelaksanaan booster secara proaktif, terfokus, dan terkoordinir sebagai wujud preventive action terhadap varian baru yang muncul,” kata Safrizal.

Sementara itu, pemerintah daerah juga diminta untuk memperkuat sinergi dengan jajaran Forkopimda untuk terus mengintensifkan pemantauan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan penggunaan aplikasi pedulilindungi di area publik.

“Sehingga masyarakat tetap waspada dan memperhatikan disiplin prokes, mengingat sesaat lagi akan banyak kegiatan-kegiatan perayaan HUT RI atau 17an yang selama dua tahun belakangan ini tidak dapat diselenggarakan,” kata Safrizal.