omicron gejala

Jangan Abai, Ini 14 Gejala Long Covid Usai Sembuh Omicron

Jangan Abai, Ini 14 Gejala Long Covid Usai Sembuh Omicron

Long Covid menjadi salah satu fenomena yang harus diwaspadai oleh penyintas Covid-19. Sebab beberapa dokter dan peneliti mengungkapkan bahwa pasien yang telah sembuh banyak mengeluhkan sejumlah gejala.

Menurut National Institute for Health and Care Excellence, Long Covid atau Post Covid Syndrome didefinisikan sebagai gejala yang berlangsung selama kurang lebih 8 hingga 12 minggu usai dinyatakan sembuh atau negatif corona.

Long covid yang dialami oleh penyintasbisa membuat mereka kembali beraktivitas. Namun, mereka tidak bisa kembali ke performa lamanya atau tidak semaksimal sebelum terpapar COVID-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Profesor King’s College London, Tom Spector.

Jangan Abai, Ini 14 Gejala Long Covid Usai Sembuh Omicron

Lantas, bagaimana gejala Long Covid-19? Berikut daftarnya merujuk data yang dipubikasikan ZOE Covid Study.

1. Kelelahan ekstrim

2. Sesak napas

3. Nyeri dada atau sesak

4. Masalah dengan memori dan konsentrasi (brain fog/kabut otak)

5. Sulit tidur (insomnia)

6. Palpitasi jantung atau jantung berdetak cepat

7. Pusing

8. Kesemutan

9. Nyeri sendi

10. Depresi dan merasa cemas

11. Tinnitus (telinga berdenging), sakit telinga

12. Merasa tidak enak badan (diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan)

13. Perubahan indera penciuman atau perasa

14. Muncul ruam kulit

Sementara itu, studi baru yang dilakukan di Amerika Serikat mengungkap bahwa 1 dari 5 orang dewasa penyintas Covid masih menunjukkan gejala infeksi virus tersebut. Secara keseluruhan, kondisi “long Covid” ini dapat bertahan tiga bulan bahkan lebih, sejak virus pertama kali menginfeksi tubuh.

Data dikumpulkan selama periode 1-13 Juni 2022 oleh Biro Sensus AS dan dianalisis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Gejala long Covid-19 yang masih dirasakan penyintas antara lain kelelahan, detak jantung cepat, sesak napas, kesulitan konsentrasi nyeri kronis, kelainan sensorik, dan kelemahan otot. Gejala-gejala tersebut dapat bertahan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah pemulihan dari infeksi awal.

5 Gejala Omicron yang Sering Dikeluhkan, Ternyata Bukan Demam

5 Gejala Omicron yang Sering Dikeluhkan, Ternyata Bukan Demam

Pada pasien yang terpapar Covid-19 varian Omicron, sangat sedikit yang mengeluhkan demam dan penciuman tetap normal. Hal ini tak seperti varian terdahulu, yakni Delta, yang penderitanya banyak mengalami gejala demam dan kehilangan penciuman.

Penderita Covid-19 varian Omicron umumnya memiliki gejala seperti terkena penyakit pilek atau flu. Indikasi seperti sakit kepala atau hidung yang mengeluarkan lendir menjadi dua ciri utama.

“Hidung meler dan sakit kepala adalah gejala dari banyak infeksi, tetapi mungkin juga merupakan gejala pertama – dan satu-satunya gejala – dari Covid. Oleh karena itu, jika Anda memiliki gejala-gejala ini, saya menganjurkan untuk melakukan tes,” kata ilmuwan dalam studi ZOE Covid, Prof Tim Spector.

5 gejala tertular Omicron

5 Gejala Omicron yang Sering Dikeluhkan, Ternyata Bukan Demam

Untuk lebih waspada lagi, berikut 5 gejala varian Omicron yang paling banyak dikeluhkan pasien:

1. Sakit Kepala

Menurut penelitian ZOE, sakit kepala menjadi gejala Omicron yang lebih umum dibandingkan dengan gejala klasik dari COVID-19 yaitu demam dan kehilangan kemampuan indra penciuman.

Studi tersebut menunjukkan bahwa sakit kepala akibat COVID-19, termasuk varian Omicron, cenderung terasa nyeri sedang hingga berat.

Rasanya seperti ditekan, berdenyut, atau menusuk yang terjadi di kedua sisi kepala. Kondisi ini bisa terjadi selama lebih dari tiga hari dan cenderung menjadi resisten terhadap obat penghilang rasa sakit biasa.

2. Pilek

Pilek juga menjadi salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan pasien Omicron. Namun, pilek juga mungkin disebabkan oleh virus lain atau karena alergi.

Hal inilah yang membuat banyak pasien Covid-19 sulit membedakan apakah itu pilek karena gejala Corona atau bukan. Karena itu, dibutuhkan tes lab untuk memastikannya.

3. Bersin

Sebelumnya, bersin kurang umum dikeluhkan orang sebagai gejala dari virus Corona varian Delta. Namun, berdasarkan penelitian ZOE bersin ternyata menjadi salah satu gejala Covid-19 pada orang yang sudah divaksinasi.

4. Sakit Tenggorokan

Banyak pasien Covid-19 Omicron juga mengeluhkan gejala sakit tenggorokan. Gejalanya mirip seperti saat seseorang mengalami pilek atau radang tenggorokan.

Sakit tenggorokan akibat Covid-19 cenderung ringan dan berlangsung tidak lebih dari lima hari. Menurut data ZOE, hampir setengah dari pasien Covid-19 mengalami sakit tenggorokan. Gejala ini lebih sering terjadi pada orang dewasa berusia antara 18-65 tahun.

5. Batuk terus-menerus

Gejala lainnya adalah batuk yang terus-menerus. Dalam konteks ini, “terus-menerus” berarti batuk yang terjadi berkali-kali sehari, selama setengah hari atau lebih.

Batuk akibat Covid-19 biasanya tergolong batuk kering, tidak mengeluarkan dahak atau lendir. Batuk terus-menerus ini cenderung muncul sekitar beberapa hari setelah sakit dan biasanya berlangsung selama sekitar empat atau lima hari.

Bukan Demam! Ternyata Ini Gejala Covid-19 Gelombang Terbaru

Bukan Demam! Ternyata Ini Gejala Covid-19 Gelombang Terbaru

Di Indonesia sudah ada beragam varian Covid-19 yang disebut menaikkan jumlah kasus harian dalam negeri. Salah satunya adalah sub-varian omicron BA.4 dan BA.5 yang dilaporkan Kementerian Kesehatan telah mendominasi penyebaran kasus RI hingga 87%.

Gejala yang dirasakan pasien varian tersebut pun beragam. Kali ini juga bukan hanya muncul seperti demam dan batuk.

Sejumlah pasien disebut mengalami gejala dari kelelahan hingga sakit kepala. Pada banyak kasus juga dikatakan pasien mengalami kesulitan bernapas.

Sementara itu studi di Inggris menemui kasus BA.4 dan BA.5 yang menyerang usus. Jadi mereka yang positif Covid-19 kemungkinan tidak mengalami gejala yang terlihat di hidung.

“Kita tahu bahwa virus ini menyebar ke bagian tubuh yang berbeda. Ada kemungkinan omicron atau varian lain menyerang usus. Dan ini tidak akan terlihat di hidung, jadi bisa terkena infeksi usus namun tidak terlihat positif,” ujar profesor studi gejala Covid ZOE, Tim Spector kepada The Sun.

Bukan Demam! Ternyata Ini Gejala Covid-19 Gelombang Terbaru

Gejala Omicron varian BA.4 dan BA.5

Berikut 14 gejala umum yang dilaporkan terkait BA.4 dan BA.5:

  1. Keringat malam
  2. Kehilangan nafsu makan
  3. Muntah-muntah
  4. Pingsan
  5. Kabut otak
  6. Ruam kulit
  7. Konjungtivitis
  8. Tenggorokan gatal
  9. Sakit kepala
  10. Kelelahan
  11. Bersin
  12. Nyeri tubuh
  13. Pusing
  14. Pilek

Ciri-ciri Anda Positif Omicron Varian Baru, Jangan Diabaikan!

Ciri-ciri Anda Positif Omicron Varian Baru, Jangan Diabaikan!

Beberapa belakangan terakhir ini dunia kembali dihebohkan dengan munculnya subvarian baru Covid-19 yakni Omicron BA.4 dan BA.5. Subvarian tersebut muncul saat penanganan Covid-19 di dunia dalam kondisi yang membaik.

Dua subvarian Covid-19 baru ini memiliki daya penularan yang tinggi. Selain itu, masa inkubasi virus tersebut hanyalah selama 3 hari saja sampai timbulnya gejala.

Kedua subvarian ini disebut-sebut telah menjadi biang kerok kasus Covid-19 di Tanah Air kembali menanjak. Dalam beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 nasional bahkan nyaris menembus angka 3.000 kasus.

Mengingat, penularannya yang cukup cepat, karena itu masyarakat perlu mengetahui ciri virus ini dan mewaspadai gejalanya.

Epidemiologi Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyebut gejala subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 tidak lebih ringan dibandingkan varian Covid-19 lainnya. Gejala yang relatif ringan itu pada dasarnya disebabkan oleh imunitas masyarakat yang sudah terbentuk terhadap COVID-19.

“Omicron ini bukan lebih ringan, tapi yang menjadi penyebab terkesan ringan adalah karena imunitas yang sudah terbentuk,” beber Dicky, seperti dikutip Senin (11/7/2022);

“Kalau ini menimpanya ketika kita di situasi yang sama imunitas seperti Delta datang, kematiannya akan jauh lebih besar ketika BA.4 dan BA.5 ini datang. Kita beruntung ini datang setelah gelombang Delta,” tambahnya.

Berikut ciri-ciri virus Corona Omicron BA.4 dan BA.5 umumnya mirip dengan varian Covid-19 lainnya, seperti:

Ciri-ciri Anda Positif Omicron Varian Baru, Jangan Diabaikan!

Batuk: 89%

Fatigue atau kelelahan: 65%

Hidung tersumbat atau rinore: 59%

Demam: 38%

Mual atau muntah: 22%

Sesak nafas: 16%

Diare: 11%

Anosmia atau ageusia: 8%.

 

Jangan Diabaikan! Ini Ciri Anda Positif Omicron Varian Baru

Jangan Diabaikan! Ini Ciri Anda Positif Omicron Varian Baru

Beberapa belakangan terakhir ini dunia kembali dihebohkan dengan gelombang Covid-19 akibat munculnya subvarian baru, yakni Omicron BA.4 dan BA.5. Subvarian tersebut muncul saat penanganan Covid-19 di dunia dalam kondisi yang membaik.

Dua subvarian Covid-19 baru ini memiliki daya penularan yang tinggi. Selain itu, masa inkubasi virus tersebut hanyalah selama 3 hari saja sampai timbulnya gejala.

Kedua subvarian ini disebut-sebut telah menjadi biang kerok kasus Covid-19 di Tanah Air kembali menanjak. Dalam beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 nasional bahkan nyaris menembus angka 6.000 kasus.

Epidemiologi Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyebut gejala subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 tidak lebih ringan dibandingkan varian Covid-19 lainnya. Gejala yang relatif ringan itu pada dasarnya disebabkan oleh imunitas masyarakat yang sudah terbentuk terhadap Covid-19.

“Omicron ini bukan lebih ringan, tapi yang menjadi penyebab terkesan ringan adalah karena imunitas yang sudah terbentuk,” kata Dicky.

“Kalau ini menimpanya ketika kita di situasi yang sama imunitas seperti Delta datang, kematiannya akan jauh lebih besar ketika BA.4 dan BA.5 ini datang. Kita beruntung ini datang setelah gelombang Delta,” tambahnya.

Berikut ciri-ciri jika seseorang positif terpapar subvarian Omicron baru:

Jangan Diabaikan! Ini Ciri Anda Positif Omicron Varian Baru

– Batuk: 89%
– Fatigue atau kelelahan: 65%
– Hidung tersumbat atau rinore: 59%
– Demam: 38%
– Mual atau muntah: 22%
– Sesak nafas: 16%
– Diare: 11%
– Anosmia atau ageusia: 8%.