gejala covid varian baru

5 Gejala Omicron yang Sangat Umum Saat Ini Namun Kerap Diabaikan Banyak Orang

5 Gejala Omicron yang Sangat Umum Saat Ini Namun Kerap Diabaikan Banyak Orang

Jika Anda berpikir bahwa kehilangan indra dan penciuman atau sesak napas adalah indikator bahwa Anda telah tertular COVID-19, maka Anda salah besar. Selama beberapa tahun terakhir virus corona telah bermutasi, gejala yang terkait dengan infeksi juga telah berubah. Meskipun gejala yang terkait dengan virus dinyatakan lebih ringan sekarang, sangat penting untuk memahami apa yang Anda hadapi dan mengidentifikasi tanda-tanda awal penyakit.

Saat ini, Omicron BA.5 adalah varian dominan di seluruh dunia dan para ahli menyarankan bahwa saat ini, gejalanya dapat lebih terkait dengan masalah pernapasan bagian atas, karena virus cenderung menetap di saluran hidung dan bagian sistem pernapasan lainnya di atas paru-paru. Berikut 5 gejala omicron yang umumnya muncul namun kerap diabaikan banyak orang dilansir dari Livemint:

Kelelahan

Untuk pasien COVID-19, ini bukan hanya tentang merasa lelah tetapi, orang tersebut merasa benar-benar lelah bahkan setelah cukup istirahat. Hal ini menghambat rutinitas sehari-hari mereka seperti kesulitan menaiki tangga dan tugas-tugas rutin lainnya. Beberapa mungkin juga merasa sulit untuk berkonsentrasi karena keadaan lelah ini.

5 Gejala Omicron yang Sangat Umum Saat Ini Namun Kerap Diabaikan Banyak Orang

Sakit kepala

Sakit kepala COVID-19 dikatakan sedang hingga sangat sakit, terasa ‘berdenyut’, ‘menekan’ atau ‘menusuk’, terjadi di kedua sisi kepala dan bukan di satu area. Dan keadaan ini berlangsung sekitar 3 sampai 4 hari. Para ahli mengatakan bahwa hari ini, sakit kepala COVID lebih umum daripada gejala klasik COVID.

Sakit tenggorokan

Salah satu gejala awal COVID-19 ini muncul dalam minggu pertama tertular infeksi. Biasanya, gejala ini berlangsung selama dua hingga tiga hari, tetapi bagi sebagian orang, gejala ini mungkin bertahan selama beberapa hari lagi. Namun, sakit tenggorokan dalam kasus COVID-19 bisa sangat menyakitkan dan tidak nyaman.

Demam

Dalam kebanyakan kasus, demam adalah indikator bahwa Anda terinfeksi COVID-19, diikuti oleh batuk dan nyeri otot. Biasanya, itu bertahan selama 3 hingga 4 hari.

Gangguan pencernaan

Baru-baru ini, banyak orang yang tertular COVID-19 melaporkan masalah yang berhubungan dengan kesehatan usus, dan bagi sebagian orang itu adalah tanda paling awal. Oleh karena itu disarankan untuk tidak menganggap remeh gejala seperti diare karena Anda menganggap itu bisa terjadi karena makan sesuatu yang tidak benar.

Bukan Demam! Ternyata Ini Gejala Covid-19 Gelombang Terbaru

Bukan Demam! Ternyata Ini Gejala Covid-19 Gelombang Terbaru

Di Indonesia sudah ada beragam varian Covid-19 yang disebut menaikkan jumlah kasus harian dalam negeri. Salah satunya adalah sub-varian omicron BA.4 dan BA.5 yang dilaporkan Kementerian Kesehatan telah mendominasi penyebaran kasus RI hingga 87%.

Gejala yang dirasakan pasien varian tersebut pun beragam. Kali ini juga bukan hanya muncul seperti demam dan batuk.

Sejumlah pasien disebut mengalami gejala dari kelelahan hingga sakit kepala. Pada banyak kasus juga dikatakan pasien mengalami kesulitan bernapas.

Sementara itu studi di Inggris menemui kasus BA.4 dan BA.5 yang menyerang usus. Jadi mereka yang positif Covid-19 kemungkinan tidak mengalami gejala yang terlihat di hidung.

“Kita tahu bahwa virus ini menyebar ke bagian tubuh yang berbeda. Ada kemungkinan omicron atau varian lain menyerang usus. Dan ini tidak akan terlihat di hidung, jadi bisa terkena infeksi usus namun tidak terlihat positif,” ujar profesor studi gejala Covid ZOE, Tim Spector kepada The Sun.

Bukan Demam! Ternyata Ini Gejala Covid-19 Gelombang Terbaru

Gejala Omicron varian BA.4 dan BA.5

Berikut 14 gejala umum yang dilaporkan terkait BA.4 dan BA.5:

  1. Keringat malam
  2. Kehilangan nafsu makan
  3. Muntah-muntah
  4. Pingsan
  5. Kabut otak
  6. Ruam kulit
  7. Konjungtivitis
  8. Tenggorokan gatal
  9. Sakit kepala
  10. Kelelahan
  11. Bersin
  12. Nyeri tubuh
  13. Pusing
  14. Pilek

Jangan Diabaikan! Ini Ciri Anda Positif Omicron Varian Baru

Jangan Diabaikan! Ini Ciri Anda Positif Omicron Varian Baru

Beberapa belakangan terakhir ini dunia kembali dihebohkan dengan gelombang Covid-19 akibat munculnya subvarian baru, yakni Omicron BA.4 dan BA.5. Subvarian tersebut muncul saat penanganan Covid-19 di dunia dalam kondisi yang membaik.

Dua subvarian Covid-19 baru ini memiliki daya penularan yang tinggi. Selain itu, masa inkubasi virus tersebut hanyalah selama 3 hari saja sampai timbulnya gejala.

Kedua subvarian ini disebut-sebut telah menjadi biang kerok kasus Covid-19 di Tanah Air kembali menanjak. Dalam beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 nasional bahkan nyaris menembus angka 6.000 kasus.

Epidemiologi Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyebut gejala subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 tidak lebih ringan dibandingkan varian Covid-19 lainnya. Gejala yang relatif ringan itu pada dasarnya disebabkan oleh imunitas masyarakat yang sudah terbentuk terhadap Covid-19.

“Omicron ini bukan lebih ringan, tapi yang menjadi penyebab terkesan ringan adalah karena imunitas yang sudah terbentuk,” kata Dicky.

“Kalau ini menimpanya ketika kita di situasi yang sama imunitas seperti Delta datang, kematiannya akan jauh lebih besar ketika BA.4 dan BA.5 ini datang. Kita beruntung ini datang setelah gelombang Delta,” tambahnya.

Berikut ciri-ciri jika seseorang positif terpapar subvarian Omicron baru:

Jangan Diabaikan! Ini Ciri Anda Positif Omicron Varian Baru

– Batuk: 89%
– Fatigue atau kelelahan: 65%
– Hidung tersumbat atau rinore: 59%
– Demam: 38%
– Mual atau muntah: 22%
– Sesak nafas: 16%
– Diare: 11%
– Anosmia atau ageusia: 8%.