berita sepakbola terbaru

Akhiri Pengabdian 11 Tahun, Schmeichel Tinggalkan Leicester

Akhiri Pengabdian 11 Tahun, Schmeichel Tinggalkan Leicester

Kasper Schmeichel mengakhiri kebersamaannya dengan Leicester City. Ia memutuskan hengkang dari The Foxes untuk bergabung dengan OGC Nice.
Nice mengumumkan transfer Schmeichel dari Leicester City melalui situs resmi klub (4/7/2022). Kapten timnas Denmark ini dilaporkan bakal diikat kontrak selama tiga tahun oleh klub Ligue 1 tersebut. Tak diungkap nilai transfer dari Schmeichel.

Hengkangnya Schmeichel dari King Power Stadium terbilang mengejutkan. Pasalnya, kiper 35 tahun tersebut adalah legenda hidup The Foxes

Akhiri Pengabdian 11 Tahun, Schmeichel Tinggalkan Leicester

Pada musim lalu, Schmeichel juga masih tampil prima di bawah mistar Leicester City. Ia tampil dalam 37 laga Leicester di Liga Inggris musim lalu.

Menurut situs Liga Inggris, Schmeichel tercatat bikin 131 penyelamatan di musim lalu. Ia menjadi kiper dengan penyelamatan terbanyak kedua di Liga Inggris 2022/2023 setelah kiper Leeds United, Ilan Meslier (143 penyelamatan).

Schmeichel mengakhiri kebersamaan selama 11 tahun dengan Si Rubah. Ia bergabung dengan Leicester pada 2011/2012 dari Leeds kala klub masih bermain di Championship Division.

Schmeichel total mencatatkan 479 penampilan untuk Leicester. Ia turut mengantarkan Leicester meraih gelar Championship Division 2013/2014, Liga Inggris 2015/2016, Piala FA 2020/2021 Serta Comunnity Shield 2011.

Presiden Leicester Aiyawatt Srivaddhanaprabha mendoakan yang terbaik untuk karier Schmeichel di OGC Nice. Pengabdiannya untuk Leicester City akan bakal terus terkenang.

“Saya tahu pendukung Leicester City berbagi rasa hormat yang kita semua miliki untuk pemain seperti Kasper setelah semua pencapaiannya sebagai pesepakbola dan kapten. Mereka akan bersama-sama dengan saya mendoakan yang terbaik untuk tahap berikutnya dalam karirnya di Prancis bersama OGC Nice,” ujar Aiyawatt dikutip dari situs Leicester.

“Jelas bagi semua orang yang telah menyaksikannya tampil bahwa Kasper telah memberikan segalanya kepada Leicester City setiap kali dia bermain dan pengalaman yang dibagikan antara dia, Klub, dan fans kami selama 11 tahun terakhir berarti dia akan selalu tetap menjadi bagian dari keluarga ini,” jelasnya.

Pemain-pemain Ini yang Merusak Arsenal

Pemain-pemain Ini yang Merusak Arsenal

Jakarta – Arsenal kesulitan untuk sekadar bertarung di empat besar Premier League beberapa musim terakhir. Edu mengungkap pemicu kerusakan The Gunners.

Arsenal sudah gagal finis di empat besar sejak musim 2016/2017 silam. Klub London utara itu bahkan harus puas menuntaskan musim di urutan delapan pada 2019/2020 dan 2020/2021 lalu, yang menjadi hasil terburuk sejak 1994/1995.

Sejak 2019, Arsenal mulai membangun ulang tim dengan mempercayakan segi teknis ke Edu. Menjabat sebagai direktur teknik, mantan gelandang Brasil itu mengambil kebijakan berani dengan melepas sejumlah pemain top seperti Mesut Oezil dan Pierre-Emerick Aubameyang.
Pemain-pemain Ini yang Merusak Arsenal

Nama lain yang jadi ‘korban’ kebijakan Edu adalah Shkodran Mustafi, Sead Kolasinac, dan Sokratis Papastathopoulos. Sebagai catatan, Arsenal bahkan rela membayar kompensasi ke para pemain ini agar mereka pergi.

Langkah ini buat Edu penting untuk dilakukan, karena pemain-pemain top ini bergaji besar tapi minim kontribusi buat tim. Ketimbang menjadi benalu karena sulit dijual, ia memilih mengeluarkan modal untuk mendepak mereka dan membuka jalan untuk pemain lain.

“Ketika seorang pemain berusia 26 tahun atau lebih tua, punya gaji besar, dan tak menunjukkan permainan terbaiknya, dia membunuh Anda. Dulu, 80% skuad ini punya karakteristik itu dan tidak mungkin ada yang membeli mereka,” ujarnya.

“Mereka tak punya nilai transfer dan nyaman dengan kontrak panjang, tinggal di London. Jadi kami perlu membersihkan skuad dan kalau kami harus membayar beberapa agar mereka pergi, saya menganggapnya sebagai investasi.”

“Itu lebih baik daripada membiarkan mereka menutup jalan pemain lain. Enggak masalah kalau seorang pemain punya gaji besar dan tampil bagus. Saya tahu memang aneh untuk mendatangi direksi dan memberi tahu, terkadang lebih baik untuk membayar pemain agar pergi ketimbang mempertahankannya,” tandas Edu.