Perang Rusia Ukraina ‘Makan Korban’ Baru? Korsel

Perang Rusia Ukraina 'Makan Korban' Baru? Korsel

Korea Selatan (Korsel) sepertinya menjadi korban baru dampak perang Rusia dan Ukraina. Perang yang tak kunjung usai itu menimbulkan ketidakpastian dan berdampak pada pasokan gas negeri itu.

Korsel diketahui sedang bersiap untuk menghadapi krisis energi pada musim dingin mendatang. Karenanya Negeri Ginseng kini melakukan pembelian gas yang cukup besar untuk persediaannya.

Bloomberg menulis bagaimana Seoul, yang merupakan pengimpor bahan bakar dingin terbesar ketiga di dunia, sedang mencari pasokan tambahan agar dapat mencapai target 90% pada November mendatang. Saat ini, jumlah pasokan yang terkumpul baru mencapai 34% saja.

“Itu terjadi setelah gelombang panas di musim panas dan ketidakpastian ‘tinggi’ secara internasional dari konflik Rusia-Ukraina,” kata Kementerian Energi Korsel, Senin (8/8/2022).

Perang Rusia Ukraina 'Makan Korban' Baru? Korsel

“Korea Gas Corp yang dikelola negara telah melakukan pembelian spot sejak April, mengamankan sekitar 3,5 juta ton untuk Juli saja. Persediaan saat ini sekitar 1,81 juta ton, di atas ambang batas minimum 910.000 ton untuk musim dingin,” tambah keterangan kementerian itu.

Saat ini persaingan internasional untuk pasokan gas memang sangat tinggi. Terutama bagi Eropa yang juga sedang memenuhkan penyimpanannya untuk musim dingin mendatang.

Korsel sendiri sejauh ini bergabung dengan Eropa dan negara Barat lainnya dalam mengambil sikap dingin pada Rusia setelah serangan Moskow ke Ukraina. Negeri K-pop itu bahkan juga ikut menjatuhkan beberapa sanksi pada Rusia.

Di bidang energi, Seoul bahkan telah memberi dukungan pada Amerika Serikat (AS) yang berencana untuk menerapkan batas atas pada harga minyak Rusia. Langkah ini dilakukan untuk mendorong inflasi dunia yang terjadi pasca penjatuhan sanksi Barat atas minyak Moskow.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.