Penyebab Cuaca Ekstreme Saat Ini

Penyebab Cuaca Ekstreme Saat Ini

Penyebab cuaca panas di Indonesia akhir-akhir ini bukan tanpa alasan. Beberapa hari terakhir cuaca panas menjadi keluhan banyak orang. Seringkali setelah panas tiba-tiba menjadi mendung dan hujan. Perubahan cuaca yang tidak menentu ini terjadi bukan tanpa alasan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan, saat ini potensi cuaca ekstrem pada masa transisi (peralihan) dari musim kemarau ke musim hujan yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi terjadi. Maka dari itu BMKG meminta masyarakat untuk lebih mewaspadai kondisi cuaca ekstrim ini.

Fenomena suhu panas di sejumlah wilayah sudah dirasakan sejumlah kota, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan, sejak hari pertama Idul Fitri 1443 Hijriah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan fenomena ini umumnya membuat warga merasa panas.

Penyebab Cuaca Panas Akhir-akhir Ini

Disadari atau tidak, beberapa hari terakhir kondisi cuaca di Indonesia sangat panas. Matahari yang terik terasa sangat menyengat yang membuat orang cenderung malas untuk melakukan aktivitas di luar ruangan.

Efek Transisi

Koordinator Cuaca dan Peringatan Dini BMKG Miming Saefudin mengatakan kondisi ini terjadi karena Indonesia saat ini memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Ia mengatakan secara umum pada masa peralihan atau peralihan musim kemarau, kondisi cuaca terutama pada pagi hari didominasi oleh kondisi cuaca cerah, dan tingkat awan yang sangat rendah.

Posisi Semu Matahari Di Wilayah Utara Khatulistiwa

Penyebab cuaca panas akhir-akhir ini karena posisi semu matahari sekarang berada di utara khatulistiwa. Ini pertanda sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau.

Berdasarkan Analisis Citra Satelit

Kejadian ini terjadi karena pertumbuhan awan Cumulonimbus yang sangat aktif di sekitar wilayah Jabodetabek dari siang hingga sore hari dan menyebabkan hujan sangat lebat selama beberapa jam di wilayah Depok dan Bogor antara siang hingga sore hari.

Kelembaban Tinggi

Kepala Pusat Meteorologi Umum BMKG, Fahry Rajab mengatakan suhu kali ini masih everyday, prinsipnya berkisar 33-36 derajat Celcius.

“Tapi kenapa terasa panas sekali? Ada pengaruh lain yaitu kelembaban udara. Karena Indonesia tropis, kelembabannya tinggi. Jadi kombinasi suhu dan kelembaban membuat panas karena lebih banyak penguapan dari tubuh, “jelas Fahri.

Bukan Fenomena Gelombang Panas

Banyak orang mengira cuaca panas terik ini akibat fenomena gelombang panas. Penyebab cuaca panas belakangan ini tidak terkait dengan fenomena gelombang panas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.