Pengamat Militer Prediksi Rusia Kalah di Ukraina, Kenapa?

Pengamat Militer Prediksi Rusia Kalah di Ukraina, Kenapa?

Pengamat militer asal Inggris sekaligus profesor di Universitas Buckingham, Anthony Glees, memprediksi Rusia bakal kalah di Ukraina.
Mengapa muncul perkiraan demikian?

Glees mendasarkan argumennya pada kerugian kehilangan banyak prajurit Rusia di Ukraina.

“Kami dan Amerika Serikat menilai bahwa 75 ribu tentara Rusia terbunuh atau terluka,” kata Glees yang dikutip pada Selasa (2/8).

“(Jumlah) itu sangat banyak. Dan 80 persen pasukan aktif Rusia sekarang terjebak di timur Ukraina,” ucap Glees, melanjutkan argumennya.

Glees menerangkan, Presiden Rusia, Vladimir Putin, berharap memenangkan perang dalam beberapa hari, dan apa yang sebenarnya terjadi adalah perang sedang berlangsung. Pertempuran itu bukan menuju jalan buntu tetapi kekalahan, katanya.

“Tampaknya jika pertempuran Kherson berakhir di tangan Ukraina, Rusia akan mengalami kekalahan yang signifikan,” tutur dia lagi.

Kherson berada di selatan Ukraina, dekat Laut Hitam dan berbatasan dengan semenanjung Crimea. Wilayah ini menjadi provinsi pertama Ukraina yang dikuasai Rusia sejak invasi berlangsung.
Pengamat Militer Prediksi Rusia Kalah di Ukraina, Kenapa?

Glees kemudian mengutip laporan kepala Badan Intelijen Inggris atau MI6, Richard Moore, yang menyebut pasukan Rusia kehabisan tenaga.

“Kepala MI6 memprediksi apa yang akan terjadi. Dia mengatakan Rusia akan menyerang Ukraina saat banyak yang meragukan,” kata dia.

Glees menyimak dengan baik apa yang disampaikan Moore. Ia juga berharap prediksi Rusia kalah bisa terwujud.

Direktur program kajian keamanan di Prisma Ukraina, Hanna Shelest, sebelumnya mengatakan pasukan Ukraina tak memprioritaskan provinsi namun hal logis lain.

“Semua wilayah penting. Kami tak memprioritaskan satu atau lain cara, itu hanya yang bisa kami lakukan sekarang.”

Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan Ukraina harus berjuang berkali-kali lipat untuk merebut kembali provinsi yang dikuasai Rusia.

Pekan lalu, Kementerian Pertahanan Inggris, menyatakan Ukraina mengumpulkan momentum untuk mengambil kembali wilayah yang dikuasai pasukan Moskow.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.